MACAU OPEN 2017
Juara, Wahyu/Ade Lanjutkan Tren Apik di Final

Minggu, 12/11/2017
Ade/Wahyu (Badmintonindonesia.org)

Macau Open 2017 diwarnai dengan kemenangan Wahyu/Ade.

Madiunpos.com, MACAU – Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso mungkin tak seterkenal pasangan fenomenal Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Meski sudah berpasangan sejak tahun 2013, tak banyak publik badminton yang “ngeh” dengan sepak terjang mereka.

Maklum saja, Wahyu/Ade lebih sering tampil dalam turnamen “kasta kedua” yang digelar Badminton World Federation (BWF). Namun, pasangan underrated inilah yang justru menyelamatkan muka Indonesia di ajang Macau Open 2017.

Wahyu/Ade sukses membungkam ganda putra Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae dua game langsung 21-13, 21-14 dalam babak final yang digelar di Tap Seac Multisport Pavilion, Minggu (12/11/2017). Kemenangan itu menjadi pelipur lara setelah beberapa saat sebelumnya Ihsan Maulana Mustofa takluk 16-21, 10-21 dari pemain Jepang, Kento Momota di final tunggal putra.

Usut punya usut, Wahyu/Ade ternyata memang pasangan spesialis babak final. Enam kali tampil di babak pamungkas turnamen BWF sejak 2013, belum sekalipun pasangan itu takluk oleh lawan-lawan mereka.

Trofi Iran International Challenge (2013), Dutch Open Grand Prix (2013), Thailand Open Grand Prix Gold (2015), Indonesia International Series (2017) dan terakhir Macau Open 2017 menjadi bukti betapa kuatnya Wahyu/Ade saat bertarung di babak final.

Khusus Wahyu, dirinya bahkan sudah tujuh kali tak terkalahkan di babak final. Satu gelar lain dicetaknya saat berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo di Indonesian Masters Grand Prix Gold 2016.

“Pahlawan kami! Selamat untuk Wahyu dan Ade, well done. Luar biasa, mereka juara lagi,” cuit akun twitter Badminton Talk, Minggu.

Tak hanya sukses mengamankan titel keenam, gelar dari Makau membawa Wahyu/Ade melejit 21 posisi di ranking BWF. Mereka akan berada di ranking 40 setelah sebelumnya bertengger di posisi 61.

Sementara itu, hasil antiklimaks diraih Ihsan Maulana Mustofa setelah takluk oleh Kento Momota di final tunggal putra. Padahal Ihsan sebelumnya digadang-gadang meraih juara karena lawannya itu berstatus nonunggulan. Ihsan juga memiliki stamina lebih prima karena lolos langsung ke final menyusul cedera Zulkifli Zulfadli (Malaysia) di semifinal.

“Terima kasih untuk semua yang sudah mendoakan. Maaf belum bisa menyumbangkan gelar. Ke depan saya akan lebih belajar lagi,” tutur Ihsan di akun Instagram-nya.


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL **BMW 320i/AT Sport Th2015 Putih,Tgn.1 dr baru,AD..sangat terawat..Istw.Serius hub:0818937…
  • LOWONGAN PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Krywn:Mau Krj,Bs Dipercaya,Sopir:SMA,SIM A 23-35Th,Srbtn:Pr…
  • RUMAH DIJUAL PERUM MUTIARA Garden dekat DPRD Surakarta type 57/101, 53/105 Dp 0% 085647250238/0271-7295…
Lihat Semua Iklan baris!

ARTIKEL LAINNYA
Tim Putra Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2018
Peserta audisi beasiswa bulu tangkis Djarum Foundation Afrizal Robiansa (kiri) melakukan servis saat bertanding dengan Muhammada Najwan (kanan) pada babak final audisi tersebut di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jateng, Kamis (7/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) PB Djarum Kembali Gelar Audisi di Karanganyar
BADMINTON ASIA TEAM CHAMPIONSHIPS 2018 : Lawan Tiongkok, Tim Putri Indonesia Tetap Optimistis
Hat-Trick Juara di India Open, Begini Komentar Marcus/Kevin
INDIA OPEN 2018 : Marcus/Kevin Hat-Trick Juara