PERTANIAN KARANGANYAR
50-An Hektare Sawah Menghitam Kena Limbah, Petani Ngijo Malah Senang

Selasa, 14/11/2017
Kondisi lahan pertanian Ngijo, Karanganyar, yang terkena limbah penggilingan tebu. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Kondisi lahan pertanian Ngijo, Karanganyar, yang terkena limbah penggilingan tebu. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Sekitar 50 hektare lahan pertanian di Ngijo, Karanganyar, menghitam gara-gara kena limbah penggilingan tebu.

Madiunpos.com, KARANGANYAR — Sekitar 50 hektare lahan pertanian di kawasan Ngijo, Karanganyar, teraliri limbah penggilingan tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, setiap tahunnya. Akibat aliran limbah tersebut, tanah pertanian di Ngijo berwarna hitam pekat.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, tanah pertanian di Ngijo yang berwarna hitam pekat karena tertumpuk abu hasil penggilingan tebu. Meski tergolong limbah, petani di kawasan Ngijo dan sekitarnya malah senang dan berharap abu dan sisa tetes tebu hasil penggilingan dapat dialirkan ke areal pertanian mereka.

“Setiap tahunnya, kami [Pemerintah Desa Ngijo] selalu meminta manajemen PG Tasikmadu agar mengalirkan limbahnya ke areal pertanian warga. Limbah itu sangat menguntungkan petani. Soalnya, petani dapat menghemat pengeluaran, terutama dapat menekan biaya penyedotan air,” kata Kepala Desa (Kades) Ngijo, Suwarso, saat ditemui Solopos.com, di kantornya, Selasa (14/11/2017).

Suwarso mengatakan 50-an hektare yang teraliri limbah penggilingan tebu setiap tahunnya itu berada di bagian barat PG Tasikmadu. Limbah yang mengalir melalui saluran irigasi itu bermuara ke Sungai Njongkang kurang lebih satu kilometer dari PG Tasikmadu.

“Kali terakhir, musim giling di PG Tasikmadu sekitar dua bulan lalu. Limbah penggilingan tebu itu membuat tanah di sawah petani awet anyep. Hal itu berdampak positif ke pertumbuhan tanaman padi. Para petani tak perlu repot-repot menggunakan pompa air setiap hari di musim kemarau,” katanya.

Suwarso mengatakan aliran limbah penggilingan PG Tasikmadu juga dapat menghemat pengeluaran saat memproduksi tanaman padi. Biaya yang dihemat petani hingga mencapai jutan rupiah. “Di musim tanam saat ini [MT III], biaya operasional itu mencapai Rp6 juta per patok [3.000-an meter persegi]. Hampir separuh biaya untuk memenuhi kebutuhan air. Bisa dibayangkan kalau tak ada aliran limbah dari PG Tasikmadu, biaya penyedotan air bisa lebih tinggi lagi. Saat ini, hasil yang diperoleh petani rata-rata senilai Rp12 juta per patok,” katanya.

Salah satu petani di Ngijo, Sugimin, 53, mengakui limbah penggilingan PG Tasikmadu dapat menghemat biaya pemupukan dalam satu kali musim tanam (MT). “Pengalaman saya, satu patok tanaman padi di sini membutuhkan 3 kuintal pupuk. Hal ini beda dengan sawah yang tak dialiri limbah hasil penggilingan tebu yang memerlukan pupuk hingga empat kuintal per MT,” katanya.

Hal senada dijelaskan Ketua Gapoktan Tani di Ngijo, Sumirat. Limbah penggilingan tebu tak memengaruhi kesuburan tanah. “Di areal yang dialiri limbah masih ada cacing dan belutnya,” katanya.

Selain Ngijo, areal pertanian yang dialiri limbah penggilingan tebu PG Tasikmadu, yakni Buran, Nangsri, dan Karangmojo. “Salah satu keuntungan teraliri limbah penggilingan tebu, yakni kondisi tanah awet anyep,” kata salah satu petani di Buran, Ngatmin, 42.

Administratur PG Tasikmadu, Teguh Agung Tri Nugroho, mengatakan setiap pengelolaan limbah selalu dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar. “Biasanya, blotong-nya dimanfaatkan sebagai bahan organik. Abunya dipakai masyarakat untuk campuran pembuatan bata,” katanya.


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL GRANMAX PU Dp4j,Ayla,Xnia,Sigra.DpRingan Ang Mrh:085642222899 (A00563112017) TERIOS TX 201…
  • LOWONGAN PARTIME Ibu RT/Mhs/WA Nama Ke:081578794971 (A00093112017) CR PRT&Suster Dlm/Luar Kota…
  • RUMAH DIJUAL JLCPT Rmh&Gudang diMojolaban.HrgNego Sejadinya.737343/730070 (A00813112017) RMH JlRy…
Lihat Semua Iklan baris!

ARTIKEL LAINNYA
Kondisi areal persawahan yang tercemar limbah ciu yang dibuang ke saluran irigasi pertanian di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Kamis (6/10/2016). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos PERTANIAN KARANGANYAR : Sawah Sekitar PG Tasikmadu Dipastikan Aman Meski Kena Limbah
Sejumlah ibu-ibu di Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, meronce daun tembakau di rumah pengepul tembakau di Ngasem, Jumat (3/11/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos) PERTANIAN KARANGANYAR : Sempat Cemas karena Hujan, Petani Tembakau Colomadu Lega Bisa Panen
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyerahkan kartu tani kepada perwakilan petani di 17 kecamatan di Karanganyar pada Kamis (5/10/2017). (Istimewa/Dokumentasi Kominfo Karanganyar) PERTANIAN KARANGANYAR : Kartu Tani Dibagikan Sesuai Nama Agar Petani Tak Neka-Neka
Dinas Pertanian Karanganyar Klaim Belum Ada Kerugian Petani Akibat Kemarau
PERTANIAN KARANGANYAR : Gara-Gara Kera, 15 Tahun Lahan Ngargoyoso Dibiarkan Bera