Ada Banjir dan Tanah Longsor, Banyak Wisatawan Emoh ke Gunungkidul

Selasa, 05/12/2017
Ribuan pengunjung terlihat memadati kawasan Pantai Baron saat pelaksanaan tradisi padusan, Minggu (5/6/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Ribuan pengunjung terlihat memadati kawasan Pantai Baron saat pelaksanaan tradisi padusan, Minggu (5/6/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Jumlah kunjungan wisata pada saat libur panjang kemarin menurun derastis jika dibandingkan pada saat libur panjang sebelumnya

Madiunpos.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah kunjungan wisata pada saat libur panjang kemarin menurun derastis jika dibandingkan pada saat libur panjang sebelumnya. Adanya bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Gunungkidul dinilai sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan selama libur sejak Jumat (1/12/2017) hingga Minggu (3/12/2017) hanya ada sekitar 20.000 wisatawan yang ke Gunungkidul. Padahal jika dibanding dengan libur akhir pekan biasa pada Sabtu dan Minggu, rata-rata ada 30.000 wisatawan yang ke Gunungkidul.

“Memang ada pengaruhnya [bajir dan tanah longsor] membuat kunjungan wisata menurun cukup lumayan. Pendapatan yang masuk hanya Rp170 juta, padahal untuk libur akhir pekan biasanya sekitar Rp200 juta,” kata dia kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

Adanya penurunan kunjungan tersebut diakuinya lantaran terdapat sejumlah objek yang ditutup karena terdampak banjir. Sejumlah objek wisata yang sempat ditutup diantaranya adalah Air Terjun Sri Getuk, Gua Pindul, Kali Suci, dan Gua Jomblang, dan Gua Ngringrong.

“Untuk Gua Pindul dan Gua Jomlang baru dibuka Sabtu [2/12/2017] kemarin. Tapi kalau Air Terjun Sri Gethuk dan Kali Suci sampai saat ini masih belum dibuka karena masih dalam tahap pemulihan,” ujarnya.

Sementara itu untuk objek wisata pantai yang juga terdampak banjir dan longsor yakni Pantai Wediombo, Pantai Nampu dan Pantai Baron. Untuk Pantai Wediombo dan Nampu saat ini akses jalan masih tertutup karena longsor. Sedangkan di Pantai Baron, bibir pantai tergerus aliran sungai hingga membayakan bagi pengunjung, sehingga saat ini ditutup.

Untuk kembali memulihkan sejumlah objek wisata yang terdampak bencana kini pihaknya masih mendata lokasi wisata yang perlu pembenahan. “Destinasi perlu pembenahan atau rehabilitasi, saat ini pemkab baru melakukan pendataan, apakah destinasi wisata itu perlu pembenahan atau ada alternatif lain yang perlu kita rumuskan lebih lanjut,” jelasnya.


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL CAPTIVADiselVCDI’12/11 H.Tgn1,ist180jt087836895858/08122648100 (A01185112017) ALL Ne…
  • LOWONGAN LPKS HAINAWATY Bth Byk BBsitter,Prawat Lansia&Org Sakit:852492 (A00033122017) DIBUTUH…
  • RUMAH DIJUAL PALM REGENCY T50/100 Lok blkg hotel Alana,dekat DPRD,Free pagar+water heater,Lantai granit…
Lihat Semua Iklan baris!

ARTIKEL LAINNYA
Sungai Code pasca-banjir (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) CUACA EKSTREM : Hujan Deras Datang Lagi, Warga Juminahan Kembali Siaga
Sejumlah peserta bersiap untuk melakukan lomba kayak tradisional di Desa Wisata Klayar, Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Minggu (10/12/2017). (IST/Dinas Pariwisata Gunungkidul) Pelaku Wisata Gunungkidul Harus Terus Berinovasi
Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Tanjungsari mengevakuasi perabot dan arsip penting sekolah menggunakan perahu karet saat banjir merendam sekolah mereka di Desa Kemadang, Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). (Harian Jogja/Desi Suryanto) Kerugian akibat Bencana di Gunungkidul Mencapai Rp100 Miliar, Perbaikan Kerusakan Butuh 7 Bulan
Pengunjung sedang berswafoto di pinggir Luweng Blimbing, Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu yang semakin meluas layaknya danau, Jumat (8/12/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Danau Dadakan di Gunungkidul akan Dikembangkan Jadi Objek Wisata, Bakal Ada Flying Fox!
Preseiden Joko Widodo [kemeja putih bertopi] menijau Jembatan Bojing, Dusun Gelaran I, Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo yang putus akibat banjir beberapa waktu lalu, Sabtu (9/12/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Kunjungi Lokasi Terdampak Banjir, Presiden Jokowi Janjikan Perbaikan Jembatan Selesai 3 Bulan