Siap-Siap! Moratorium PNS Dicabut, Pemkab Sragen Usulkan 2.237 Lowongan CPNS

Kamis, 07/12/2017
Ilustrasi PNS (JIBI/Solopos/Antara)
Ilustrasi PNS (JIBI/Solopos/Antara)

Moratorium PNS mulai tahun depan dicabut.

Madiunpos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan mengusulkan kebutuhan pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) sebanyak 2.237 orang.

Usulan ini untuk memenuhi kekurangan pegawai sebagai tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, fungsional umum, dan fungsional tertentu ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB) tahun depan.

Rencana usulan tersebut disampaikan Kabid Perencanaan, Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sragen, Dwi Agus Prasetyo, didampingi Kepala BKPP Sragen Sarwaka saat ditemui Madiunpos.com, Senin (4/12/2017).

Dia menjelaskan sebanyak 1.500 orang di antara berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, kemudian 20% di antaranya lagi dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dan sisanya dari pegawai fungsional umum dan tertentu yang menyebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Agus, sapaan akrabnya, belum bisa merinci secara detail terkait dengan usulan tersebut karena masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait dengan pencabutan moratorium PNS pada awal 2018 mendatang.

Dia menyampaikan formasi yang dibolehkan pemerintah pusat belum tahu. Dia berkeyakinan bila tidak semua usulan daerah itu diakomodasi pemerintah pusat semua .

Pensiun

Kepala BKPP Sragen, Sarwaka, menyampaikan secara umum kebutuhan mendesak di Sragen itu masih pada tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, fungsional umum, dan fungsional tertentu.

Dia mengatakan jumlah PNS/ASN yang dimiliki Pemkab Sragen secara riil ada 9.874 orang. Jumlah PNS tersebut berkurang setiap tahunnya karena pensiun atas permintaan sendiri, pensiun karena batas usia, dan meninggal dunia.

Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sudah memerintahkan BKPP untuk mengevaluasi kebutuhan PNS di Sragen berdasarkan analisis jabatan (anjab).

Dia menyatakan sudah mengalokasikan anggaran untuk rekrutmen calon PNS (CPNS) atau ASN pada APBD 2018 mendatang. “Namun formasinya apa kan belum bisa dikatakan sekarang. BKPP pun perlu waktu untuk menganalisis jabatan yang ada di semua OPD. Kalau kebutuhan dasar yang harus dipenuhi memang tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, tenaga teknis lapangan, arsitek, dan orang teknis lainnya. Kami baru sebatas persiapan berdasarkan informasi dari pemerintah pusat. Teknisnya belum tahu,” ujar Yuni saat ditemui Solopos.com di sela-sela monitoring pilkades di Jetak, Sidoharjo, Sragen, Senin siang.


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL CAPTIVADiselVCDI’12/11 H.Tgn1,ist180jt087836895858/08122648100 (A01185112017) ALL Ne…
  • LOWONGAN LPKS HAINAWATY Bth Byk BBsitter,Prawat Lansia&Org Sakit:852492 (A00033122017) DIBUTUH…
  • RUMAH DIJUAL PALM REGENCY T50/100 Lok blkg hotel Alana,dekat DPRD,Free pagar+water heater,Lantai granit…
Lihat Semua Iklan baris!

ARTIKEL LAINNYA
Warga memasukan surat suara saat mengikuti pencoblosan di TPS 13, Perumahan Margosari, Desa Puro, Karangmalang, Sragen, Rabu (6/12/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Bursa Botohan Hari H Pilkades Sragen Tembus Rp1 Miliar Lebih
Mbah Saliyem, 82, membopong paket sembako seharga Rp43.000 yang dibelinya dari pasar murah di Balai Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen, Selasa (5/12/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Nenek Saliyem Jalan Kaki 1 Km Demi Beli Sembako Murah di Sumberlawang Sragen
Gunung Kemukus Sragen (Dok/JIBI/Solopos) MUI Sragen Rekomendasikan Wisata Religi Gunung Kemukus Ditutup
Sebanyak 22 cakades dari 10 desa di Kabupaten Sragen mendeklarasikan pilkades damai disaksikan pimpinan daerah di Ruang Sukowati Setda Sragen, Kamis (16/11/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Ada Anak Lawan Bapak dan Istri Lawan Suami di Pilkades Sragen
Pengendara melinta di jalan Jl. Solo-Sragen, tepatnya di Rejosari RT 027 Jati, Masaran, Sragen, Kamis (18/12/2014). di badan jalan terdapat gambar orang yang menjadi tanda yang dibuat pihak kepolisian karena baru terjadi laka lantas. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) INFRASTRUKTUR SRAGEN : Bupati Klaim Menteri PUPR Setuju Jalan Masaran-Sidoharjo Jadi 4 Lajur