DBD Paling Sering Terjadi di Daerah Densitas Tinggi

Kamis, 11/1/2018
Ilustrasi nyamuk penyebar demam berdarah. (JIBI/Solopos/Dok.)
Ilustrasi nyamuk penyebar demam berdarah. (JIBI/Solopos/Dok.)

Masyarakat harus menjalankan gerakan masyarakat sehat

Madiunpos.com, SLEMAN-Kasus demam berdarah dengue (DBD) biasanya terjadi di daerah dengan densitas tinggi.

Kepala Dinkes Sleman Nurulhayah mengungkapkan, untuk wilayah Sleman sendiri kasus DBD paling banyak juga terjadi di daerah-daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Daerah itu misalnya Kecamatan Depok, Mlati, Ngaglik, atau Gamping. Meski begitu, level endemik setiap wilayah berbeda-beda. “Warga harus tetap waspada,” pintanya, Kamis (11/1/2018).

Baca juga : Meski Kasus DBD Turun, Warga Tetap Harus Waspada

Dia mengimbau agar masyarakat senantiasa menjalankan gerakan masyarakat sehat, yang sampai sekarang terus disosialisasikan. Nurulhayah menilai, gerakan itu sudah semakin luas dilaksanakan oleh warga.

“Warga sudah mulai menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Kebersihan lingkungan baik dalam maupun luar rumah sudah dilakukan. Termasuk gerakan PSN dan PJB terus dilakukan masyarakat,” ujarnya.


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL ***BMW 320i AT/Sport Th2015 Putih,nopol ADAsli tgn1 dr baru..good condition..Istw:08122937…
  • LOWONGAN 5 org TNG Cuci mbl(upto 3Jt/bln)085200553434/RM.Said213 Mnahan (A00121012018) PT FINANSIA…
  • RUMAH DIJUAL Rumah taman asri lt 290 lm 14 BLK tk Trijaya 081393301000 (A00563012018) PALM REGENCY T50/…
Lihat Semua Iklan baris!

ARTIKEL LAINNYA
Kibarkan Celana Dalam Perempuan, Kelompok Jatilan di Sleman Dijatuhi Sanksi
Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok) Kalasan Akan Terapkan Gerakan Magrib Mengaji
Rp135 Miliar untuk Rehab Gedung DPRD Sleman
Kepala Disbud Sleman Aji Wulantara (kiri) menyedahkan papan nama paguyuban kepada Ketua PKJS Sunaryo (kanan). (IST/Dok PKSJ) Seni Pertunjukan Sleman Harus Tonjolkan Kualitas
Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok) Pelimpahan Kewenangan Pemkab ke Pemdes Akan Berdampak Positif