Impor Beras 500.000 Ton Tanpa Restu Kementan

Sabtu, 13/1/2018
Rayful Mudassir/JIBI/Bisnis
Harga beras di salah satu kios beras di Pasar Demangan dipatok mahal, baik dari kualitas medium maupun premium, Jumat (12/1/2018). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Harga beras di salah satu kios beras di Pasar Demangan dipatok mahal, baik dari kualitas medium maupun premium, Jumat (12/1/2018). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)

Rencana impor beras 500.000 ton dilakukan tanpa rekomendasi Kementan.

Madiunpos.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan memastikan rencana impor beras jenis khusus pada akhir Januari ini tanpa rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanda Nasional (APBN). Kemendag mengklai hal ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan 1/2018.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan rencana impor beras ini tidak memerlukan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Pasalnya jenis beras yang akan dimasukan bukan medium, namun beras khusus. Keputusan ini juga telah melalui koordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

“Di ketentuan Permendag No. 1/2018 ini kalo bukan beras medium tidak perlu rekomendasi [Kementan]. Jadi ini mekanisme hanya ada usulan pengajuan dari pelaku usaha untuk mengimpor beras bukan medium. dan pelaku usaha itu karena di ketentuannya beras khusus ini harus melalui BUMN, mereka mengajukan ke berbagai BUMN. Yang memfasilitasi PPI,” kata dia saat konferensi pers di Kemendag, Jumat (12/1/2017).

Dalam beleid Permendag No. 1/2018 pasal 23 disebutkan impor beras untuk keperluan lain hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemilik angka pengenal importir produsen (API-P) untuk kebutuhan bahan bau industri, dan badan usaha milik negara (BUMN) untuk kebutuhan selain bahan baku industri.

“Impor Beras sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah mendapat Persetujuan Impor dari Menteri,” bunyi pasal 23 ayat (2) Permendag 1/2018.

Menurut Oke, impor beras khusus kali ini dikategorikan untuk keperluan lain bukan untuk kepentingan umum. Di samping itu beras yang dapat ditandai sebagai beras khusus yakni memiliki tingkat kepecahan 0%-5%.

“Untuk kepentingan lainnya itu dalam Permendag itu hanya bisa dilakukan importasi oleh BUMN. Jadi mekanisme ini biasa, jadi ada kebutuhan dari pelaku usaha untuk mengimpor cuman karena ini harus BUMN,” tukasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemilihan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) untuk mempermudah pengaturan impor beras. Dia mengklaim tidak menganggu kinerja Bulog yang saat ini sedang melakukan operasi pasar ke 2.500 titik pasar tradisional di Indonesia.

“Tidak ada dana APBN itu pasti. PT PPI itu menjadi pintu sehingga kita bisa mengatur, mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras. Pendistribusiannya mereka pakai downliner-nya untuk melakukan pendistribusian. Itu mekanisme distribusi yang sudah tercipta,” kata dia.


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL ***BMW 320i AT/Sport Th2015 Putih,nopol ADAsli tgn1 dr baru..good condition..Istw:08122937…
  • LOWONGAN 5 org TNG Cuci mbl(upto 3Jt/bln)085200553434/RM.Said213 Mnahan (A00121012018) PT FINANSIA…
  • RUMAH DIJUAL Rumah taman asri lt 290 lm 14 BLK tk Trijaya 081393301000 (A00563012018) PALM REGENCY T50/…
Lihat Semua Iklan baris!

ARTIKEL LAINNYA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan paparan di hadapan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Jateng, Rabu (17/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang) Wali Kota Semarang Serukan Penghentian Polemik Beras Impor, Begini Alasannya…
Operasi beras Gubernur Jateng Lebih Tegas, Berani Bilang Jateng Tak Butuh Beras Impor
Ilustrasi beras impor (JIBI/Bisnis/Dok.) DIY Tidak Perlu Beras Impor
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo singgah di Pasar Kota Banjarnegara untuk mengecek fluktuasi harga beras saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah setempat, Selasa (16/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Wisnu Adhi N.) Gubernur Jateng Akhirnya Telepon Menteri Pertanian Sikapi Beras Impor
Bakal calon gubernur (bacagub) Jateng, Sudirman Said, dan bakal calon wakil gubernur (Bacawagub Jateng, Ida Fauziyah, saat berkunjung ke kantor PW Muhammadiyah Jateng di Jl. Singosari Raya, Pleburan, Semarang, Senin (15/1/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.) PILKADA 2018 : Sudirman Said Pengin Pemprov Jateng Berani Tolak Beras Impor