WISATA KLATEN
Pemdes Wonoboyo Bangun Museum Emas

Sabtu, 27/1/2018
Museum Emas berdiri di kawasan taman air yang dibangun Pemerintah Desa Wonoboyo di Dukuh Plosokuning, Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten, Selasa (23/1/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Museum Emas berdiri di kawasan taman air yang dibangun Pemerintah Desa Wonoboyo di Dukuh Plosokuning, Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten, Selasa (23/1/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

Museum Emas dibangun di Wonoboyo, Klaten.

Madiunpos.com, KLATEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Wonoboyo terus berkoordinasi dengan Museum Nasional untuk mendapatkan foto dan replika temuan benda purbakala di situs Wonoboyo. Benda-benda itu sedianya akan disimpan di Musem Emas yang dibangun oleh Pemdes.

Kepala Desa Wonoboyo, Supadiyono, mengatakan temuan hasil penggalian berupa guci berisi perhiasan dan peralatan dari emas itu disimpan di Museum Nasional.

Desa berharap bisa mendapatkan salinan dan replika benda-benda itu sebagai koleksi museum yang dipelajari oleh generasi mendatang. “Belum ada titik terang sampai sekarang. Kalau dapat salinannya kan bisa untuk belajar anak bahwa di sini pernah ditemukan benda purbakala. Jadi enggak sekadar cerita,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (23/1/2018).

Ia menjelaskan bangunan museum hampir selesai, tinggal pasang kaca dan pintu. Di lokasi itu juga dibangun taman air dengan beberapa fasilitas kolam renang. Tak jauh dari lokasi taman air, direncakan dibangun sebuah kebun jambu air yang juga bisa dipakai untuk outbond.

“Bangunan museum bisa dikatakan hampir selesai. Taman air juga ditargetkan tahun ini bisa beroperasi meski rampung secara sempurna baru selesai pada 2019,” ujar Supadiyono.

Kades menjelaskan pembangunan museum dan taman air itu dibiayai menggunakan Dana Desa secara multiyears dengan nilai Rp1,8 miliar. Pada 2017, Pemdes menggelontorkan dana Rp600 juta untuk pembangunan kolam renang, talut, gedung museum, dan lainnya.

Ia berharap operasional museum dan taman air bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui multiplier effect yang dimilikinya. “Kalau dulu ditemukan emas, harapannya masyarakat bisa menikmati ’emas’ itu dengan berjualan di sini, mengelola parkir, jasa, dan lainnya,” Harap Kades.

Kepala Seksi Pengelolaan, Pengembangan Daya Tarik Sarana Wisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Purwanto, mengatakan Dinas mengapresiasi upaya yang ditempuh Pemerintah Desa Wonoboyo soal pengembangan destinasi wisata di wilayahnya.

Kendati tidak bisa memberikan dukungan berupa anggaran, Disparbudpora siap melakukan pembinaan dan pelatihan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan lainnya.

“Kami juga siap memfasilitasi Pemdes Wonoboyo terkait upaya mendapatkan salinan dan replika itu. Tapi, sampai hari kami belum menerima surat dari Pemdes Wonoboyo baik surat permintaan rekomendasi ataupun lainnya,” terang Purwanto.


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL **BMW 320i/AT Sport Th2015 Putih,Tgn.1 dr baru,AD..sangat terawat..Istw.Serius hub:0818937…
  • LOWONGAN PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Krywn:Mau Krj,Bs Dipercaya,Sopir:SMA,SIM A 23-35Th,Srbtn:Pr…
  • RUMAH DIJUAL PERUM MUTIARA Garden dekat DPRD Surakarta type 57/101, 53/105 Dp 0% 085647250238/0271-7295…
Lihat Semua Iklan baris!

ARTIKEL LAINNYA
Wahana Ninja Warior di Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo. (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) WISATA KLATEN : Keberadaan Wahana Warrior Adventure Umbul Ponggok Dikeluhkan, Apa Masalahnya?
Prasasti Upit di Klaten. (Istimewa/Desakahuman.wordpress.com) WISATA KLATEN: Kembangkan Kawasan Wisata, Desa Kahuman Klaten Bikin Replika Prasasti Upit
Pelajar mengendarai sepeda motor saat pulang sekolah di SMA Negeri 1 Klaten, Klaten Tengah, Klaten, Senin (19/2/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/SOLOPOS) Pemkab Klaten Siap Subsidi Pelajar Naik Angkuta
Pengendara melintasi depan Plasa Klaten, Jl. Pemuda, Klaten Tengah, Selasa (2/1/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Muncul 2 Versi HGB Plasa Klaten, Pemkab Gandeng BPN Lakukan Kajian
Ilustrasi dana pinjaman (JIBI/Solopos/Dok.) BUM Desa Klaten Bisa Dapat Modal hingga Rp10 Miliar, Begini Caranya